"Adapun faktor yang meningkatkan risiko infeksi kewanitaan lainnya, yaitu kebiasaan merokok, penggunaan kontrasepsi, konsumsi antibiotik berlebihan pun bisa membuat jamur tumbuh, karena pertama kali jamur ditemukan dari penisilin. Selain itu, penggunaan celana dalam bahan nilon, memiliki pasangan lebih dari satu, hubungan seks tidak sehat juga bisa membuat kondisi ekosistem daerah kewanitaan berubah, kebersihan organ kewanitaan yang tidak baik juga jadi faktor yang harus dihindari," imbuh dr. Mery.
Satu hal lagi yang tidak kalah penting dan perlu diketahui oleh setiap perempuan, mulai anak perempuan dan perempuan dewasa ialah cara membersihkan organ kewanitaan atau cebok setelah buang air kecil. Cebok juga tidak boleh sembarang dilakukan, menurut dr. Mery, gerakan cebok yang salah bisa membuat bakteri yang ada di dubur terbawa hingga ke vagina.
"Gerakannya dari depan ke belakang, karena organ kewanitaan kita dekat dengan dubur kalau salah bisa-bisa bakteri dari belakang terbawa ke depan. Penggunaan sabun badan juga harus dihindari, karena penggunaan sabun badan bisa mengubah ekosistem area kewanitaan yang mampu meningkatkan pH jadi 9-10 dan risiko infeksi pun meningkat.
(Baca Juga: Analisis Ahli Bahasa Tubuh Terhadap Pangeran William dan Kate Middleton saat Perkenalkan Anak Ketiga)
Setelah membersihkan organ kewanitaan, sebaiknya mengeringkannya dengan handuk atau tisu sekali pakai buang. Hal ini dilakukan supaya risiko infeksi organ kewanitaan berkurang.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.