Gonore menjadi salah satu Infeksi Menular Seksual (IMS), yang paling sering dialami masyarakat Indonesia. Gonore bisa menginfeksi pria dan wanita khususnya bagi mereka yang berada di usia produktif antara 25 sampai 49 tahun.
Permasalahannya seorang perempuan kerap bingung dalam membedakan antara gonore dan keputihan. Tak sedikit dari mereka yang khawatir terjangkit gonore saat mengeluarkan cairan di area organ intim.
CEO Klinik Pramudia, dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV mengimbau para kaum hawa untuk tidak panik. Pasalnya keputihan dan gonore jelas memiliki perbedaan. Ia pun menjelaskan perbedaan antara cairan gonore dan keputihan.

“Dari sisi tekstur, kalau gonore lebih kental berwarna keputihan dan kehijauan seperti ingus. Kalau keputihan biasanya berbau, warna tetap putih tapi kadang kekuningan. Ada juga yang bentuknya bergumpal-gumpal seperti susu basi,” terang dr. Anthony, dalam Virtual Media Briefing Gonore, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut dr. Anthony mengatakan bahwa gonore pada wanita cenderung lebih susah dideteksi dibandingkan dengan pria. Hal ini disebabkan oleh bentuk saluran reproduksi pria yang berukuran lebih panjang, sementara saluran milik perempuan cenderung lebih pendek.
“Nanah yang di produksi pada saluran reproduksi pria jumlahnya lebih banyak sehingga keluar. Kalau pada wanita, karena bentuknya pendek, makannya belum sempat terbentuk nanah, tapi sudah keburu hilang,” lanjutnya.