"Awalnya gerobak sama istri aku. Umur aku 22 tahun waktu itu, sama istri cuma pakai tenda, yang beli cuma dua orang selama hampir 10 tahun. Perjuangan saya hampir 35 tahun kerja bakti," tambahnya.
Kendati demikian, Pak Karmin sedikit menambahkan bahwa pemilihan tempatnya untuk berjualan dikawasan Kota Tua, Semarang memang tak diperhitungkannya. Ia pun menyebut bahwa hal tersebut merupakan jalan Tuhan untuk dirinya menuai pundi-pundi rupiah.
"Enggak tahu sih karena Tuhan aja, dengan jalan Tuhan aja yang menghadap ke sana. Kalau mencintai pekerjaan ya begitu," tutupnya.
Sementara itu, untuk penghasilan dari dagangannya tersebut, Pak Karmin bisa menjual sampai 600 piring. Hal ini yang mengisyaratkan bahwa Nasi Goreng Babat Pak Karmin begitu digemari masyarakat.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.