Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pro dan Kontra Vape, Benarkah Rokok Elektrik Lebih Aman daripada Rokok Konvesional?

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Jum'at, 20 April 2018 |18:45 WIB
Pro dan Kontra Vape, Benarkah Rokok Elektrik Lebih Aman daripada Rokok Konvesional?
Ilustrasi (Foto: Ecigsuk)
A
A
A

BERDASARKAN data Kementerian Kesehatan, angka prevalensi rokok di Indonesia mengalami peningkatkan mencapai 27% pada tahun 1995. Angka ini terus bertambah hingga menjadi 36,3% di tahun 2013. Hal ini mengindikasikan bahwa Indonesia tengah mengalami suatu kondisi yang biasa disebut dengan istilah "darurat rokok".

Menurut Dr. drg. Amaliya, Ph.D, Ketua KABAR sekaligus peneliti di YPKP Indonesia, sebagai salah satu negara dengan jumlah perokok aktif terbesar di dunia, edukasi kepada masyarakat sangat penting dilakukan secara bertahap untuk menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas.

"Sosialiasi atau edukasi itu penting. Penyakit yang ditimbulkan oleh rokok itu tidak akan dirasakan secara langsung, namun dalam jangka panjang. Contohnya, 90 % pasien dengan kanker paru memiliki riwayat sebagai perokok saat masih dalam usia produktif (muda). Dalam beberapa kasus yang saya temukan, efek samping dari rokok ini ada juga yang baru terjadi 20 tahun kemudian," tutur Amaliya, dalam sebuah diskusi bersama KABAR (Koalisi Indonesia Bebas TAR).

Lebih lanjut Amalya menjelaskan, selama ini masyarakat Indonesia hanya mengetahui bahaya rokok dari kandungan nikotinnya yang tinggi. Namun jika ditelaah lebih jauh, setidaknya ada 6.000 bahan kimia berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran rokok.

Baca Juga: Koleksi Teranyar Patrick Owen Tonjolkan Sisi Freedom of Creation yang Apik di JFFF 2018

Data tersebut bahkan disampaikan langsung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) beberapa waktu lalu. Dengan seiring berkembangnya zaman, para ahli mulai mencoba mencari solusi terbaik untuk menghentikan kebiasaan merokok. Salah satunya dengan menggunakan produk tembakau alternatif, seperti vape.

Rokok Elektrik

Tren rokok elektrik atau vape ini belakang memang tengah menyita perhatian publik, karena dianggap dapat mengurangi dampak negatif dari merokok. Berdasarkan hasil studi dari Public Health England (PHE), produk tembakau alternatif yang diproses dengan teknik pemanasan dipercaya memiliki risiko kesehatan 95% lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

Baca Juga: Lagi Heboh di Dunia Maya Cokelat Bentuk Mr P, Mau Coba?

Bahkan sebuah penelitian sudah dilakukan untuk mengetahui bahaya tar yang dibakar dengan tar yang dipanaskan (vape). Penelitian tersebut dilakukan secara langsung oleh dr. Amalya dan timnya, yang dimulai sejak tahun 2014 lalu.

"Tahun 2014 kami sudah melakukan tinjauan pustaka mengenai penelitiab yang sudah dilakukan di luar negeri. Tahun berikutnya kami mulai meneliti liquid yang digunakan pada vape. Dan 2017 lalu, kami meneliti mulut para pengguna vape, perokok aktif, dan mereka yang tidak merokok sama sekali," jelas Amalya.

Hasil penelitian menunjukkan, sel-sel yang melapisi pipi bagian dalam para perokok aktif, diketahui memiliki inti sel yang lebih banyak dibandingkan pengguna vape dan mereka yang bukan perokok. Dengan kata kain, sel-sel ini memiliki kecenderungan mengalami ketidakstabilan yang dapat mengakibatkan displasia.

Kendati demikian, dr. Feni Fitriani Taufik, Sp. P(K), salah satu anggota Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) mengatakan, bahwa selama ini telah terjadi kesalahan presepsi di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak yang mengira vape merupakan salah satu cara terbaik untuk berhenti merokok, dan terhindar dari efek sampingnya.

Namun pada kenyataannya, WHO telah mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa rokok elektrik ini sangat tidak direkomendasikan meski efek sampingnya tidak separah rokok konvesional (less harmful).

"Kalau bisa berhenti sepenuhnya kenapa harus berpindah ke vape. Lagi pula vape itu menggunakan proses pemanasan yang secara tidak langsung ada bahan-bahan kimia seperti plastik dan logam yang memicu timbulnya zat karsinogenik," tukas Feni.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement