Apalagi, keberadaan Masjid Agung ini sangat strategis. Yakni, berdekatan dengan pusat pemerintahan (kantor bupati) di sebelah kanannya dan persis di sebelah kirinya berdekatan dengan lembaga pemasyrakatan (Lapas).
"Baing Yusuf konon pernah menjadi murid Syekh Campaka Putih atau Pangeran Diponegoro," ujarnya.
Tak hanya itu, menurut sejarah, Baing Yusuf juga banyak muridnya. Salah satunya, yakni Syekh Nawawi Al Bantani, pengarang kitab asal Banten. Jejak sejarah Baing Yusuf pun, kini semakin banyak digandrungi masyarakat. Bahkan, masyarakat dari berbagai daerah kerap menyempatkan diri untuk menunaikan shalat baik shalat wajib maupun sunah di Masjid Agung Baing Yusuf.
Tak ketinggalan, warga juga banyak yang menziarahi makam Baing Yusuf dan para muridnya. Mengingat, komplek pemakaman tersebut jaraknya hanya 100 meter dari Masjid Agung. Anda tertarik mengenal sejarah Islam di Purwakarta, silahkan kunjungi Masjid Agung dan komplek pemakaman Baing Yusuf.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.