Pengurus Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta, RH Sanusi AS membenarkan, jika selama ini Masjid agung dan makam Baing Yusuf ini kerap menjadi tujuan wisata religi bagi masyarakat. Tak hanya masyarakat lokal, para peziarah pun banyak di antaranya dari luar kabupaten.
"Tiap hari juga suka ada yang berziarah. Bahkan, di waktu-waktu tertentu suka banyak rombongan dari luar daerah," ujar Sanusi, belum lama ini.
Sanusi menuturkan, dari silsilahnya Baing Yusuf merupakan tokoh ulama kelahiran Bogor 1700-an. Ia datang ke Purwakarta sekitar 1820. Saat itu, pusat pemerintahan berada di wilayah Wanayasa. Konon kabarnya, Baing Yusuf ini masih merupakan keturunan Raja di Kerajaan Padjajaran.
Pada 1826, lanjut Sanusi, Baing Yusuf mulai membangun masjid. Masjid tersebut, saat itu masih berada si tengah hutan belantara. Mengingat, saat itu kantor pemerintahan bukan di pusat Purwakarta. Melainkan, jauh ke wilayah selatan, yakni tepatnya di alun-alun Wanayasa.
Baca Juga: Cara Traveler Muslim Amerika Tetap Menjaga Salat Saat Keliling Dunia