BANYAK cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Salah satunya adalah membatasi jenis asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Beberapa orang mungkin memilih menghindari makanan dan minuman berpengawet karena takut memberikan efek negatif pada kesehatannya.
Namun tahukah Anda bila tidak selamanya makanan berpengawet itu berdampak buruk bagi kesehatan? Beberapa ahli bahkan ada yang mengatakan bila makanan yang mengandung pengawet lebih baik bila dibandingkan dengan makanan alami. Melansir berbagai sumber, Rabu(11/4/2018), berikut sederet fakta mengejutkan tentang makanan berpengawet:
1. Makanan berpengawet lebih baik dibanding makanan alami
Pengawetan adalah proses yang sebenarnya berusahan menjaga mutu, kualitas, dan nutrisi yang ada di dalam makanan. Cara mengawetkannya pun tidak melulu dengan bahan kimia. Pengawetan makanan bisa dilakukan dengan bahan alami seperti bumbu alami. Dengan begitu makanan bisa bertahan lebih lama dan kandungan bergizi di dalamnya bisa masuk ke tubuh.
(Baca Juga: Para Lansia yang Sering Beser, Ngepel Lantai Ternyata Bisa Jadi Solusi!)
2. Proses pengawetan tidak selalu berdampak buruk bagi kesehatan
Seperti yang telah dijelaskan di atas, tidak semua makanan berpengawet berbahaya bagi kesehatan. Makanan yang diawetkan dengan bahan alami tentu tetap bernutrisi. Walau begitu, bukan berarti makanan yang diawetkan dengan bahan kimia memiliki efek buruk. Sebab sekarang ini sudah banyak cara dan metode yang tetap menjaga kualitas bahan makanan sehingga dapat memperpanjang waktu kedaluwarsa, meningkatkan aroma, serta memperindah penampilan makanan.
3. Proses pengawetan tidak selalu menggunakan bahan kimia
Banyak masyarakat yang meyakini bila makanan diawetkan dengan bahan kimia. Akan tetapi, secara umum proses pengawetan dibagi menjadi dua cara yaitu fisik dan biologi serta kimia. Pengawetan secara fisik adalah pemanasan, pendinginan, pengeringan, pengasapan, pengalengan, pengentalan, pembuatan acar, dan pembuatan tepung. Sedangkan pengawetan secara biologi dan kimia terdiri dari penambahan enzim, penambahan bahan kimia, pengasinan, dan pemanisan.
Dengan begitu bisa disimpulkan bila tidak semua proses pengawetan menggunakan bahan kimia dan sebenarnya baik bagi kesehatan. Sebagai contoh, pengalengan adalah salah satu cara pengawetan makanan di dalam kemasan hermetis (kedap udara, air, mikroba, dan benda asing lain) yang disterilkan untuk membunuh semua mikroba patogen dan pembusuk di dalam makanan.
(Baca Juga: 5 Cara agar Anak Tidak Mudah Stres Selama Hadapi Ujian Nasional)
4. Nutrisi di dalam makanan berpengawet tidak berbeda jauh dengan makanan alami
Dalam hal gizi, tidak banyak perbedaan antara makanan segar dan kalengan. Contohnya adalah buah-buahan dan sayuran yang diawetkan dalam kaleng tetap dapat mempertahankan nutrisi,seperti vitamin C dan serat. Bahkan kaleng mungkin lebih baik karena melindungi makanan dari bakteri yang dapat merusak.
5. Makanan dibekukan tidak sama dengan makanan cepat saji
Tak bisa dipungkiri bila beberapa orang menganggap frozen food sama dengan fast food. Padahal keduanya sama sekali berbeda. Frozen food atau makanan beku memang praktis namun untuk dikonsumsi masih perlu melewati sejumlah proses pengolahan. Pada makanan beku dapat terjadi sedikit perubahan nutrisi dan karakteristik sensori bila tidak disimpan dengan benar.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.