Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak-Anak yang Tetap Semangat Meski Divonis Leukemia

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 02 April 2018 |15:32 WIB
Anak-Anak yang Tetap Semangat Meski Divonis Leukemia
Ilustrasi (Shutterstock)
A
A
A

KANKER pada anak (0 - 18 tahun) mengalami peningkatan seiring waktu. Sebelumnya kasus kanker pada anak 3 . 000 - 4 . 000/tahun, kini bertambah menjadi 5 . 000/tahun. Namun, angka harapan hidup juga bertambah. Hal ini disampaikan Prof Dr dr Abdul Kadir, Direktur RS Kanker Dharmais.

Dibanding jenis kanker lainnya, leukemia atau kanker darah putih merupakan jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada anak-anak. Masalahnya, tidak ada gejala yang khas dari leukemia. Seperti pengalaman Zaskia, 13, yang divonis leukemia pada 2007. Orang tua sempat menyembunyikan penyakitnya dari Zaskia karena tidak ingin dia khawatir.

“Di badan saya muncul lebam-lebam biru, lemas, leukosit tinggi, Hb rendah. Dulu belum tahu penyakitnya apa, sampai saya dan ibu melihat tulisan soal leukemia dan gejalanya ternyata sama dengan yang saya alami,” tutur Zaskia dalam sebuah acara di Jakarta.

Dengan Hb yang hanya 4,3, dan trombosit yang juga rendah, Zaskia yang hobi bermain gitar ini dirujuk ke RS Dharmais. Di sana dia harus tinggal selama lima bulan. “Di situ perlunya dukungan keluarga dan pikiran positif supaya terus semangat dan ingin sembuh,” paparnya.

Akhirnya setelah berobat selama 2,5 tahun, dia baru dinyatakan sembuh total pada 2014. Adapun Geisar, 12, masih harus menjalani pengobatan yang dilakukannya sejak 2013. “Saya berusaha tetap semangat,” kata Geisar.

Dr Abdul mengatakan, kadang gejala leukemia yang muncul seperti penyakit biasa, misalnya muncul lebam dan lesu. Anak juga sering mengalami demam tanpa sebab hingga lebih dari 38 derajat celcius. Makanya penting bagi orang tua untuk mengetahui gejala ini dan sebaiknya periksa ke rumah sakit untuk lebih jelas.

Leukemia adalah kanker sel darah yang memburuk. Pasien yang menderita penyakit ini akan memproduksi sel darah putih yang belum matang dalam jumlah besar sehingga mencegah sel darah untuk melakukan tugas mereka. Gejala yang terlihat umumnya pucat atau lesu, demam tanpa sebab yang jelas, serta perdarahan berupa mimisan maupun bintik merah di kulit seperti pada demam berdarah. Jika terlambat mendapatkan pengobatan, sel-sel kanker bisa menyebar ke hati dan ginjal sehingga perut anak tampak membesar.

Persebaran sel kanker pada leukemia juga bisa mencapai tulang, gusi, bahkan buah zakar pada anak laki-laki. Terdapat empat jenis utama kanker darah, di antaranya leukemia mieloid akut, jenis kanker darah yang paling cepat berkembang. Jenis kanker ini ditandai dengan produksi sel yang tidak berkembang menjadi sel darah putih. Lalu, leukemia limfositik akut (ALL), jenis kanker darah yang sering menyerang anakanak di bawah 15 tahun dan orang dewasa di atas 45 tahun. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama anak laki-laki. Adapun leukemia mieloid kronis merupakan jenis yang cukup unik karena hanya jenis ini yang memiliki hubungan dengan gen cacat yang disebut ABL dan BCR, yang disebabkan masalah pada kromosom Ph.

Terakhir, leukemia limfositik kronis memiliki karakter seperti ALL, tetapi berkembang dengan lebih lambat, bahkan hingga bertahun-tahun.

(Risna Nur Rahayu)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement