Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Henderson Pulau Paling Tercemar di Dunia, Ada Kelomang Bercangkang Tutup Botol Bikin Miris!

Annisa Aprilia , Jurnalis-Minggu, 01 April 2018 |10:17 WIB
Henderson Pulau Paling Tercemar di Dunia, Ada Kelomang Bercangkang Tutup Botol Bikin Miris!
Pulau Paling Tercemar di Dunia (Foto: Amuzingplanet)
A
A
A

PARA wisatawan biasanya senang bila berhasil bekunjung ke sebuah pulau yang tidak berpenghuni. Alasannya tentu karena suasananya yang sunyi dan jauh dari kebisingan kota.

Namun, bagaimana jika ada sebuah pulau yang tidak berpenghuni, tapi sekaligus juga pulau yang paling tercemar di dunia, masihkah Anda bersedia berlibur ke sana? Jelas akan berpikir ribuan kali. Pasalnya, melansir dari laman Amusing Planet, Minggu (1/4/2018), Henderson merupakan pulau terpencil di Samudera Pasifik Selatan, terletak antara Selandia Baru dan Chili, yang terdapat banyak sampah plastik.

Henderson ini adalah tempat para pemberontak HMS Bounty yang mencari lokasi aman pada 1789. Selain itu, tidak ada lagi yang tinggal di Henerson. Sesekali ada kunjungan dari ilmuwan dan hampir tidak pernah dikunjungi oleh turis.

henderson-island-6

Kemudian muncul pertanyaan, bagaimana bisa menjadi pulau paling tercemar sementara tidak berpenghuni? Ya, Pulau Henderson memang tidak tersentuh oleh pengaruh manusia, tapi pantai pasir putihnya justru dipenuhi sampah, jaring ikan, pelampung, botol air, helm, potongan plastik besar, dan masih banyak lagi.

Sebagaimana yang tertulis dalam sumber, sampah-sampah plastik yang ada di Pulau Henderson ternyata berasal dari arus laut yang berputar antara Australia dan Amerika Selatan, yang dibatasi oleh Khatulistiwa. Pola rotasi gyre menarik sampah dari seberang Samudera Pasifik Selatan dan benua-benua jauh lainnya, kemudian singgah di Pulau Henderson.

Para peneliti memperkirakan ada sekira 38 juta plastik dengan berat total 18 ribu kilogram yang tersebar di perairan pulau itu. Sebagian besar sampah sekira 68 persennya tidak nampak di permukaan karena terkubur di bawah pasir.

Mirisnya, seorang peneliti bernama Jennifer Lavers berhasil mengabadikan seekor kepiting hermit ungu (kelomang) sedang berjalan dengan cangkang tutup botol plastik. Plastik-plastik yang ada di Pulau Henderson kabarnya cepat rapuh karena radiasi sinar UV matahari, kemudian pecah menjadi ribuan keping, lalu terkubur di pasir dan menjadi bagian permanen dari pulau itu.

Melihat Pulau Henderson seharusnya bisa membuat manusia merasa ditegur alam, karena begitu banyak sampah plastik yang ada di laut, yang berpotensi merusak ekosistem.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement