Di hadapan ribuan masyarakat malam itu, Yusuf Estes mengaku dirinya berat untuk meninggalkan Indonesia.
"Selama sepekan saya di sini, saya bersama kalian, tertawa dan menangis bersama kalian, namun besok saya harus pergi. Dan ini adalah masalah saya, saya tidak ingin pergi. Saya mencintai kalian semua karena Allah," ucapnya.
Dengan mata berkaca-kaca, ulama ini berkata "Ayo kita buat kesepakatan bahwa kita akan mengangkat cahaya Islam sehingga kelak kita akan berjumpa kembali di surga bersama Nabi Muhammad sholallahu `alayhi wa salam. Dapatkah kita melakukan itu? Ini dapat meringankan masalah saya".
Pada penutup ceramahnya, Yusuf Estes sekali lagi mengatakan cintanya kepada masyarakat Indonesia.
Sosok Yusuf Estes juga meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi masyarakat Indonesia, terutama yang pernah berinterkasi langsung dengan dirinya.
"Sudah 21 tahun saya mengenal Yusuf Estes di Amerika. Dia mendirikan saluran televisi GuideUS TV di mana saya diminta untuk mengisi salah satu talkshow secara 'live'," kata Syamsi Ali yang juga merupakan imam pertama di Islamic Center di New York.
Dia menjelaskan bahwa Yusuf Estes adalah tulang punggung dakwah di Amerika Serikat. Gaya yang unik dalam menyampaikan ceramah mengenai Islam dan sikap yang sangat bersahabat mampu menjawab tantangan dakwah Islam di negeri tersebut. Oleh Yusuf Estes, secangkir kopi menjadi pengantar untuk mengenalkan Islam lebih dalam kepada masyarakat.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.