Kak Seto juga menambahkan, biasanya anak-anak yang telah disekolahkan sejak dini memang sengaja dibentuk oleh orangtua agar mempunyai target pendidikan yang tinggi, misalnya masuk sekolah internasional, atau dapat menguasai banyak bahasa asing. Padahal di usia balita tersebut merupakan usia anak bermain, seharusnya mereka bermain petak umpet, layang-layang, gobak sodor ataupun sepak bola.
BACA JUGA:
Secara tidak langsung mereka ternyata juga mengalami proses belajar saat bermain, mereka akan belajar toleransi, diskusi, dan menghargai orang. Para orangtua pun dapat membimbing mereka dirumah, dengan mendongeng, belajar berhitung sambil bermain, bahkan memasak bersama anak juga akan membantunya mengenal bahan makanan.
Ketika anak sudah dipaksa sekolah atau dibiasakan masuk sekolah sejak kecil, mereka akan merasa bosan, dan merasa sekolah itu seperti penjara. Jadi, ketika mereka sampai pada usia masuk sekolah yang seharusnya, mereka akan mengalami school phobia. Itu yang sering menyebabkan anak-anak membolos sekolah, bahkan takut untuk ke sekolah. Jadi orangtua memang harus menimbang baik buruknya memberikan pendidikan yang terlalu dini untuk anak.
(Santi Andriani)