KELOMPOK bermain anak sering diasumsikan mahal bagi sebagian orangtua. Terlebih jika melihat aktivitas anak yang terkesan hanya main-main saja, ketimbang belajar membaca atau menulis.
Pada dasarnya, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 5 perkembangan. Seperti, perkembangan moral dan agama, perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan/kognitif (daya pikir, daya cipta), sosio emosional (sikap dan emosi) bahasa dan komunikasi.
Dari lima bentuk perkembangan yang diperoleh anak di PAUD, sebetulnya orangtua tidak wajib memasukan anak ke infant (0-1 tahun), toddler (2-3 tahun), preschool/kindergarten children. Ada wadah alternatif yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan yang sama bisa didapat anak anak .
“Tidak perlu mahal, bisa di rumah bersama ibu, asalkan orangtuanya aktif. Seperti, memberi kegiatan yang membantu pekermbangan motorik. Lewat hal sederhana saja misalnya, mengajarkan anak berterimakasih, mengucapkan permisi, meminta maaf, dari situ anak belajar kesopanan dan nilai moral,” jelas Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Nasional Indonesia (PAUDNI), Dra Hj Uripasih, M. Pd., kepada Okezone, Jumat (16/9/2016).
Dalam menanamkan nilai agama,anak bisa diajarkan berdoa sebelum makan, bangun tidur, atau beribadah bersama. Kemudian contoh disiplin dengan bagun pagi, tidur dan makan tepat waktu. Ajak anak bermain lego untuk mengembangakan motoriknya, berpikir, dan berkreasi.
“Kalau tidak di rumah, mungkin sore hari anak bisa diikutkan pengajian atau TPA (Taman Pendidikan Alquran). Di tingkat RW pun ada wadah kelompok bermain anak-anak yang biasanya tidak mahal. Terpenting anak punya aktivitas yang dapat mengembangkan lima dasar kebutuhan pertumbuhan mereka,” jelasnya lebih lanjut.
(Renny Sundayani)