Ngurah Oka mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan rutinitas setiap tahunnya, atau sehari setelah umat Hindu merayakan Nyepi.
BACA JUGA:
Kegiatan ini sudah menjadi tradisi di Banjar Kaja, Sesetan turun-temurun yang digelar sehari setelah Nyepi atau pada hari `Ngembak Geni`. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, tradisi budaya tersebut dikemas lebih terarah dan diatur oleh pihak penyelenggara (panitia) sehingga menjadi daya tarik bagi sektor pariwisata.
"Walaupun demikian, tradisi budaya ini wajib dilakukan oleh banjar kami setiap tahunnya karena tradisi atau budaya ini ada kaitannya dengan ritual keagamaan," ujarnya.