Apalagi, katanya, jika ilmu pengetahuan tak disebarkan bakal lenyap dengan sendirinya. Tantangannya juga terletak di kultur masyarakat Indonesia yang cenderung suka mengoceh. Hal ini, Prof Zainal lihat dari maraknya tweeting di media sosial tanpa sumber yang jelas.
"Maka, selain digitalisasi, peran pustawakan harus direvitalisasi dari dokumentasi, pengelolaan, dan harus bisa presentasi," ujar Prof Zainal.
(Baca Juga: Informasi Hoax soal Kesehatan Bisa Berakibat Fatal)
Dari kajian yang ia lakukan, konten pengetahuan di Indonesia di dunia maya memang sangat minim. Sehingga ia pun mulai mengembangkan Indonesia Open e- Resource sebagai salah satu sumber referensi ilmu.
Kabag Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI drg. Widyawati, MKM pun membuka kesempatan seluas-luasnya bagi jejaring perpustakaan kesehatan untuk bergabung dengan kink.onesearch.id.
"Supaya semua karya cetak dapat dibuka untuk umum dan kami berupaya mendigitalkan semua karya tersebut karena kami meyakini, digitalisasi karya ilmiah kesehatan dapat menangkal hoaks," jelas Widyawati, melalui siaran pers.
(Baca Juga: 5 Aktris Wanita Kenakan Gaun Nyaris Bugil di Academy Awards dari Tahun ke Tahun)
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.