KABAR meninggalnya Stephen Hawking telah mengejutkan seluruh dunia. Sebagai seorang astrofisikawan, beberapa teori Stephen sudah sangat dikenal seperti teori alam semesta. Teori-teori tersebut bisa dibilang cukup rumit untuk dimengerti, sama dengan perjalanan cintanya.
Meninggal di usia 76 tahun, Stephen ternyata mengalami kegagalan pernikahan hingga dua kali. Tak hanya itu, ia pun harus merasakan keluarganya terpecah, menerima tuduhan penganiayaan, dan memiliki penggemar yang obsesif. Menukil laman News, Rabu (13/3/2018), simak ulasan perjalanan cintanya berikut ini.
Kisah cinta Stephen dimulai pada 1963 saat ia bertemu dengan seorang perempuan bernama Jane Wilde di pesta Malam Tahun Baru. Pada saat itu dirinya telah divonis terkena penyakit motor neuron. Beruntung perempuan tersebut tidak mempermasalahkannya sehingga dua tahun kemudian pasangan tersebut melangsungkan pernikahan.
Dari pernikahan tersebut lahirlah tiga orang anak bernama Robert, Lucy, dan Timothy. Keluarga yang tadinya penuh kehangatan tiba-tiba mulai mengalami berbagai permasalahan. Menurut penuturan Jane, masalah itu datang ketika nama Stephen mulai dikenal saat buku berjudul A Brief History of Time diterbitkan. Buku itu menuai pujian dan meraih banyak penghargaan.
"Saat itu saya merasa keluarga agak ditinggalkan. Bagi saya, Stephen adalah suami saya dan ayah dari anak-anak saya. Saya tidak siap melihat dirinya dipuji dan diagungkan orang lain," ungkap Jane. Ditambah lagi banyaknya penggemar fanatik yang membuat dirinya risih. Hal itu membuat pernikahan harus berakhir di 1990.