Pada pemeriksaan penunjang, dokter merekomendasikan dipstick urin untuk mengetahui adakah infeksi di saluran kandung kemih.
Bila anak telah terdiagnosis sindrom sotos, dokter meresepkan Ritalin sebagai anticemas, mengatasi agresi dan sulit belajar, juga merekomendasikan pemeriksaan echocardiogram dan ultrasound ginjal.
Terapi perilaku/okupasi juga dapat diberikan. Bila dijumpai strabismus (mata juling) atau kelainan penglihatan lainnya, maka dokter merujuk ke spesialis mata.
Profilaksis antibiotik pada individu dengan refluks vesikoureter diberikan untuk mencegah komplikasi sekunder.
Konseling genetika sebelum kehamilan sebagai preventif. Manajemen terpadu, holistik, komprehensif, dan berkesinambungan diperlukan dalam tatalaksana sindrom sotos.
*) Penulis adalah dosen Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, penulis 20 buku, dan pegiat literasi.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.