Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Langkah Kongkret Kemenkes Berantas Stunting di Indonesia

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 12 Maret 2018 |16:52 WIB
Langkah Kongkret Kemenkes Berantas Stunting di Indonesia
Kementerian Kesehatan RI (Foto: Kemkes.go.id)
A
A
A

PERSOALAN stunting di Indonesia sudah ada sejak 2007. Jumlahnya sekadar mencapai sekitar 8 juta jiwa di Indonesia. Penanganan yang membutuhkan waktu lama membuat masalah ini tidak bisa dilihat hasilnya dalam sekejap mata. 

Mengatasi stunting pun bukan menjadi tanggungjawab tunggal Kementerian Kesehatan RI. Ada banyak faktor penyebab dari masalah ini dan membutuhkan penanganan dari pihak lain. Meski begitu, Kementerian Kesehatan tetap memiliki peran penting dalam memberantas masalah ini. 

Ketika bicara mengenai masalah stunting, maka yang menjdi fokus perhatian salah satunya adalah gizi. Dari pengaruh gizi yang baru ini yang kemudian membuat si anak bisa mengalami masalah ini. "Jika bicara mengenai stunting, maka sangat erat kaitannya dengan gizi kronik. Di mana, si anak sebetulnya sudah memiliki faktor penyebab sejak lama dan akhirnya bermanifestasi menjadi masalah stunting ini," terang Direktur Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Ir. Doddy Izwardy, MA, pada Okezone di Gedung Kemenkes Jakarta, Senin (12/3/2018). 

Gizi kronik, sambung Doddy, adalah masalah intergenerasi. Maksudnya adalah bukan hanya menyoal bagaimana gizi si ibu dan anak, tetapi juga harus dilihat bagaimana kehidupan nenek dan kakek si anak. Sebab, masalah ini bukan kasus yang terjadi dalam waktu singkat. 

Dalam mengatasi masalah ini, Doddy menegaskan bahwa penting bagi semua masyarakat untuk lebih aware akan kesehatan dirinya, khususnya ibu dan calon ibu. Sebab, apapun yang dikonsumsi ibu, itu akan memengaruhi kondisi janin saat kehamilan. Jika gizi yang diasup kurang baik, maka kemungkinan terjadinya stunting akan sangat tinggi. 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement