Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Deteksi Dini Hepatitis B Ibu Hamil, Putus Rantai Penularan Penyakit dari Ibu ke Anak, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa!

Deteksi Dini Hepatitis B Ibu Hamil, Putus Rantai Penularan Penyakit dari Ibu ke Anak, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa!
Ilustrasi Hepatitis (Foto: Fotolia)
A
A
A

PENYAKIT akibat virus Hepatitis memiliki beban penyakit yang besar di dunia. Beban penyakit akibat virus Hepatitis lebih besar dibandingkan dengan beban masing-masing penyakit menular lainnya seperti HIV, TB dan Malaria. Hepatitis B 100 kali lebih infeksius dibandingkan dengan HIV. Sedangkan Hepatitis C 10 kali lebih infeksius jika dibandingkan dengan HIV. Oleh karena itu, dalam konteks pengendalian virus Hepatitis   maka Hepatitis B dan C adalah yang berdampak sangat serius terhadap menurunnya derajat kesehatan masyarakat.

Penyebaran virus Hepatitis B terutama terjadi melalui transmisi vertikal yaitu dari ibu pengidap virus Hepatitis B  ke bayi yang dikandungnya  atau pada saat bayi dilahirkan. Sekitar 90 persen bayi yang terinfeksi Virus Hepatitis B saat lahir, penyakitnya  berpotensi tinggi  menjadi Hepatitis kronik, sirosis hati dan kanker hati di kemudian hari. Berbeda dengan infeksi pada pada orang dewasa yang hanya sekitar  5 persen  berkembang menjadi kronik. Oleh karena itu,  pencegahan penularan perinatal sangat penting dalam mengurangi penyebaran virus Hepatitis B.

Dalam penanggulangan Hepatitis, pada World Hepatitis Assembly (WHA) ke 63 tahun 2010 di Genewa, Indonesia telah memprakarsai disetujuinya resolusi yang menyerukan agar semua negara di dunia : (1) Melakukan penanggulangan Hepatitis secara komprehensif, mulai dari pencegahan sampai pengobatan, meliputi berbagai aspek termasuk surveilans dan penelitian, (2) Menetapkan World Hepatitis Day atau Hari Hepatitis Dunia jatuh pada setiap 28 Juli.  Ditetapkan 28 Juli tersebut sebagai penghormatan kepada Dr. Baruch Samuel Bloomberg, penerima hadiah Nobel atas penemuan virus Hepatitis B dan Vaksin Hepatitis B , yang lahir tanggal 28 Juli 1925.

Peringatan Hari Hepatitis Sedunia ke 8 Tahun 2017 ini, mengangkat Tema Nasional : “Eliminasi Hepatitis Menuju  Keluarga Sehat, Selamatkan Generasi  Penerus   Bangsa!”. Acara Puncak Peringatan Hari Hepatitis Sedunia tahun ini akan dilaksanakan  di Bandar Lampung tanggal 29–30 Juli 2017, yang terdiri dari penyelenggaraan Seminar Peduli Hepatitis oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan Senam Sehat Bersama,  yang rencana akan diikuti kurang lebih 1.500 orang. Selain itu, akan dilaksanakan juga kegiatan Deteksi Dini Hepatitis B, Deteksi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular dan Pameran Kesehatan. Yang tidak kalah pentingnya, pada kesempatan tersebut akan dicanangkan Komitmen untuk Mencapai Eliminasi Penularan Hepatitis B dari Ibu ke Anak Tahun 2020.

Saat ini seluruh provinsi di Indonesia telah memulai upaya pencegahan penularan Hepatitis B yaitu dengan melaksanakan Deteksi Dini Hepatitis B pada Ibu Hamil. Upaya ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan HbsAg ibu hamil untuk menentukan status Hepatitis B dari  setiap ibu hamil. Dengan mengetahui status Hepatitis B pada Ibu Hamil kita dapat mengambil tindakan yang perlu dilakukan pada bayi yang akan dilahirkannya, sehingga kita dapat  menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman penularan infeksi Hepatitis B. Kegiatan deteksi dini Hepatitis B pada ibu hamil juga dimaksudkan untuk mewujudkan tercapainya Eliminasi penularan penyakit Hepatitis B yang ditularkan dari Ibu ke Anak di Indonesia. Komitmen pemerintah ini perlu didukung oleh seluruh jajaran Pemerintah Pusat dan Daerah serta segenap lapisan masyarakat,  termasuk  organisasi profesi, kalangan swasta dan dunia usaha.

Demi suksesnya Pencegahan dan Pengendalian Hepatitis di Tanah Air, seluruh masyarakat beserta seluruh jajaran kesehatan agar melaksanakan hal-hal sebagai berikut : (1) Melakukan Imunisasi Hepatitis B (HB0) kurang dari 24 jam setelah bayi lahir. Pemberian HBIg pada bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi Hepatitis B kurang dari 24 jam setelah kelahiran, (2) Menggerakkan masyarakat yang belum pernah imunisasi Hepatitis B, untuk melakukan imunisasi Hepatitis B secara mandiri, (3) Melakukan Deteksi Dini Hepatitis khususnya bagi Ibu hamil dan kelompok berisiko lainnya, (4) Melakukan pengobatan yang tepat pada penderita  Hepatitis dan berupaya meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan.

(Hessy Trishandiani)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement