Sepri menambahkan, kombinasi setiap gerakan di setiap level gymnastic memberikan tantangan yang berbeda. Ada istilah target kemampuan yang menjadi fokus agar bisa dicapai oleh setiap anak pada masing-masing tahapan levelnya.
Gerakan gymnastic yang umum diajarkan kepada anak ialah seperti front roll, backward roll, carthweel, salto, dan lainnya. Gerakan-gerakan tersebut sering mereka lihat di sosial media, seperti Instagram dan Youtube.
Namun, jika anak-anak melakukan kegiatan gymnastic sendirian akan berbahaya. Bisa-bisa aktivitas ini melukai si anak, maka butuh pengawasan yang aman dari sang ahli.
Daripada memberikan anak-anak bermain gadget di waktu senggangnya, mungkin kegiatan gymnastic dapat menjadi referensi. Karena olahraga artistik itu punya banyak makna dan gerakan yang menyenangkan, terutama bagi anak-anak mulai usia 4 tahun hingga remaja.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.