(Baca Juga: Cinderella Weight, Tren Diet Kontroversial yang Ramai di Media Sosial)
Abu Nasr Muhammad ibn Muhammad Fārābī (Al-Farabi)
(872-950)
Banyak yang menganggapnya sebagai Aristoteles kedua terkait bidang pengetahuan. Farabi memberikan kontribusi pada bidang logika, matematika, musik, filsafat, psikologi, dan pendidikan. Karya filsafat Al-Farabi memiliki pengaruh besar terhadap sains dan filsafat selama beberapa abad, dan secara luas dianggap sebagai Aristoteles kedua dalam pengetahuan pada masanya. Di bidang fisika ia pernah menulis risalah singkat "On Vacuum", di mana ia memikirkan tentang ruang hampa. Dalam bidang psikologi, Farabi menulis "Social Psychology and Principles of the Opinions of the Citizens of the Virtuous City", yang merupakan risalah pertama menangani psikologi sosial.
(Baca Juga: Tips Mudah agar Warna Batik Tidak Cepat Pudar dan Tetap Awet)