Tidak cukup sampai di situ, keunggulan sarsaparilla tradisional tidak hanya dari sisi sejarahnya saja, tapi juga minumannya dibuat tanpa bahan pengawet, sehingga tidak membahayakan tubuh penikmatnya. Di sela-sela sulitnya bersaing dengan minuman modern, beruntung sarsaparilla masih bisa sedikit bernapas di tengah himpitan persaingan, karena anak muda yang penasaran dan ingin mencicipi biasanya akan mencari sarsaparilla ke warung-warung tradisional atau bisa langsung datang ke pabriknya.
(Baca Juga: Brem, Minuman Selamat Datang Khas Bali)
Oleh karena sudah ada di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda dan cukup berumur, maka sarsaparilla juga memiliki julukan lainnya. Minuman tradisional khas Yogya itu juga disebut soda van Indonesie oleh para penikmatnya. Sarsaparilla pun bisa dibilang minuman tradisional herbal, karena terbuat dari tanaman sarsaparilla, namun berkarbonasi atau bersoda.
Tidak ada catatan sejarah yang pasti terkait dengan minuman botol sarsaparilla, tapi dari informasi yang berhasil Okezone rangkum dari berbagai sumber, minuman sarsaparilla dibawa oleh para pedagang VOC yang sedang menduduki Pulau Jawa. Meskipun sekarang cukup sulit mendapatkan minuman sarsaparilla, karena pabriknya kian berkurang, harga satu botol sarsaparilla cukup terjangkau, hanya sekira Rp18 ribu saja.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.