Apa yang dilakukan para ilmuwan untuk memanfaatkan fenomena langka ini?
Bagi para ilmuwan di badan antariksa Amerika Serikat NASA, gerhana pada 31 Januari menjadi kesempatan untuk mengamati apa yang terjadi ketika permukaan Bulan mendingin dengan cepat.
Ketika gerhana bulan, penurunan temperaturnya begitu drastis seakan-akan permukaan Bulan berubah dari sepanas oven menjadi sedingin freezer hanya dalam beberapa jam.
Hasil pengamatan dalam kondisi ini akan membantu mereka memahami karakteristik regolit — yaitu campuran tanah dan batuan di permukaan Bulan — dan perubahannya dari waktu ke waktu.
Selama gerhana, para ilmuwan juga akan mengamati Bulan dengan menggunakan kamera termal, mempelajari wilayah yang biasanya tak terlihat.
Sementara di Indonesia, gerhana bulan lebih dijadikan sarana edukasi. Lapan membuka fasilitasnya bagi masyarakat yang ingin melihat gerhana lewat teleskop di beberapa daerah antara lain Bandung, Sumedang, Garut, Pasuruan, Biak, Pontianak, dan Bukittinggi.
Di Jakarta, Planetarium Taman Ismail Marzuki dan Taman Mini Indonesia Indah juga akan khusus dibuka di malam gerhana.
Thomas mengatakan, dahulu gerhana bulan sering dimanfaatkan untuk penelitian kualitas udara; contohnya ketika gunung Tambora meletus pada 1815. Tapi sekarang para ilmuwan menggunakan metode lain yang lebih mangkus untuk mengukur kualitas udara global.
(Risna Nur Rahayu)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.