SALAH satu manfaat yang bisa dirasakan berkat kecanggihan teknologi ialah mengetahui jenis kelamin bayi meskipun masih di dalam kandungan. Ya, cukup dengan bantuan teknologi USG atau Ultra Sonografi, kita bisa mengetahui keadaan bayi di dalam perut, termasuk dengan jenis kelaminnya.
Namun, bagaimana dengan ibu hamil yang semasa kehamilannya belum dibubuhi oleh beragam teknologi canggih seperti saat ini? Apakah mereka tetap bisa mengetahui jenis kelamin bayinya?
Ya, para ibu hamil zaman dulu tetap bisa mengetahui jenis kelamin bayinya yang dikandung, yakni dengan cara menganalisis dari bentuk perut. Penasaran bagaimana caraya? Simak ulasannya di bawah ini, seperti dilansir dari Boldsky.
Bentuk bulat seperti semangka
Jika perut ibu hamil besar dan bulat seperti semangka, maka bisa jadi bayi yang dikandung berjenis kelamin perempuan. Hal ini karena posisi janin perempuan membuat perut ibu hamil terus membesar.
Bentuk perut kecil
Nah, kalau ini kebalikan dari poin sebelumnya. Jika ibu hamil memiliki benjolan perut yang tidak terlalu besar, maka diprediksi janin di dalam kandungan berjenis kelamin laki-laki. Posisi janin laki-laki memang demikian rupanya, membentuk benjolan yang lucu dan mungil.
Bentuk benjolan yang rendah
Bila benjolan perut berada lebih rendah dari seharusnya, maka itu berarti bayi yang dikandung berjenis kelamin laki-laki. Hal ini disebabkan bayi laki-laki sering menempel pada bagian bawah rahimsehingga benjolannya terbaring rendah.
Bentuk benjolan tinggi
Lagi-lagi kebalikan dari poin sebelumnya. Jika benjolan perut berada di letak yang tinggi, biasanya di bagian dekat dada, itu menandakan bahwa si janin berjenis kelamin perempuan. Hal ini karena janin perempuan menempel pada bagian atas rahim.
Bentuk perut terlihat kencang
Seorang ibu hamil yang merasa perutnya kencang pada trimester ketiga kehamilan, itu berarti janin yang di dalam perut adalah laki-laki. Meski tidak ada penjelasan secara ilmiah, beberapa wanita yang telah berpengalaman menceritakan hal ini.
Selain bentuk perut, mengetahui jenis kelamin bayi juga bisa dilakukan dengan cara menganalisis penampilan si ibu hamil dan makanan kesukaannya. Jika penampilan ibu hamil terlihat buruk karena malas mandi dan malas berias, itu berarti bayi yang dikandungnya berjenis kelamin laki-laki. Namun jika sebaliknya, jika si ibu hamil tampil cantik dan berseri, maka bisa jadi ia mengandung anak perempuan.
Lain lagi jika berdasarkan makanan kesukaan saat sedang hamil. Saat sang ibu menyukai makanan yang manis-manis, seperti cokelat, susu, ice cream, maka bisa jadi ia mengandung anak perempuan. jika si ibu menyukai makanan pedas, asam, dan asin, maka kemungkinan bayinya berjenis kelamin laki-laki.
Meskipun para ibu hamil di zaman dulu menggunakan metode tersebut untuk mengetahui jenis kelamin si jabang bayi, bukan berarti Anda langsung memercayainya begitu saja, ya! Sebab kebenaran ciri-ciri itu belum tentu akurat.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.