"Kami sangat ingin menggunakan mesin atau teknologi yang lebih canggih untuk meningkatkan hasil produksi. Pasalnya, untuk membuat 24 buah dompet kulit bisa memakan waktu hingga 2 minggu. Tergantung tingkat kesulitannya," tutur Choirul Anam, Kepala Produksi Permata Showroom kepada Okezone, di Tanggulangin, Surabaya, Sabtu (20/1/2018).
Lebih lanjut Choirul Anam menjelaskan, dalam kurun waktu satu bulan, produk kerajinan kulit yang dihasilkan hanya mencapai 2500 buah produk, terdiri dari 1500 tas, 600 dompet, dan 400 ikat pinggang. Seluruh produk tersebut dibuat oleh sekitar 100 pengrajin lokal.
Dari segi kualitas, produk kerajinan kulit dari Tanggulangin ini tidak kalah dengan produk-produk ternama lainnya. Bahkan, sejumlah showroom telah memiliki konsumen tetap dari sejumlah negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan beberapa negara di Asia Tenggara.
"Kami menggunakan kulit sapi dan domba berkualitas. Jadi tinggal menunggu permintaan konsumen saja ingin membuat produk seperti apa. Harganya pun lebih murah daripada di pasaran. Jika memesan dalam jumlah banyak, biasanya akan kami berikan potongan sampai 50rb per produk," tambahnya.