Dia menambahkan bahwa pemahaman sebaik mungkin tentang yang terjadi selama epidemi akan berguna untuk mengurangi angka kematian di masa mendatang mengingat wabah ini masih endemik di beberapa negara di Asia, Afrika, Amerika, maupun di 'tempat-tempat kubangan air' yang terinfeksi tikus.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, dari tahun 2010 sampai 2015 terdapat 584 kematian dari 3.248 kasus pes yang dilaporkan di seluruh dunia.
Dan pada tahun 2001, sebuah studi mengungkap genom wabah menggunakan bakteri yang berasal dari dokter hewan di AS yang meninggal tahun 1992 karena digigit seekor kucing yang penuh wabah saat ia berusaha menyelamatkan kucing itu dari kolong rumah.
"Penelitian kami menyebutkan bahwa untuk mencegah penyebaran wabah tersebut, aspek kebersihan di masa yang akan datang sangat penting diperhatikan," kata Prof Stenseth.
"Penelitian ini juga menunjukkan bahwa jika Anda sakit, Anda seharusnya tidak berhubungan dengan terlalu banyak orang. Jadi jika Anda sakit, Anda harus tetap tinggal di rumah."
(Risna Nur Rahayu)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.