Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wabah Hitam yang Renggut 25 Juta Nyawa di Eropa Ternyata Bukan Ditularkan oleh Tikus

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Jum'at, 19 Januari 2018 |14:51 WIB
 Wabah Hitam yang Renggut 25 Juta Nyawa di Eropa Ternyata Bukan Ditularkan oleh Tikus
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Sebuah penelitian menemukan bahwa Black Death atau Wabah Hitam yang melanda Eropa di masa lalu bukan disebarkan oleh tikus. Sebelumnya diyakini bahwa serangkaian wabah yang melanda Eropa antara abad ke 14 dan abad ke 19 tersebut disebarkan tikus dan kutu-kutunya.

Namun sebuah tim dari universitas di Oslo dan Ferrara menyimpulkan bahwa wabah pertama, Wabah Hitam bisa 'dianggap sebagian besar berasal dari kutu manusia dan kutu yang ada dalam tubuh'.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Science itu menggunakan catatan atas pola dan skala wabah itu. Wabah Hitam merenggut korban sekitar 25 juta jiwa atau lebih dari sepertiga populasi Eropa pada masa 1347 hingga 1351.

"Kami memiliki data kematian yang akurat dari sembilan kota di Eropa akibat wabah tersebut," jelas Prof Nils Stenseth, dari Universitas Oslo, kepada BBC News. "Jadi kita bisa membangun model dari dinamika penyakit di (sana)."

Dia dan rekan-rekannya kemudian mensimulasikan wabah penyakit di masing-masing kota tersebut dan menciptakan tiga model wabah yang disebabkan:

-Tikus

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement