Negeri kincir angin itu memiliki dua pelabuhan utama di Asia Timur, tepatnya di Fujian dan Taiwan. Di sana penjualan teh menggunakan istilah 'te'. Banyaknya pedagang dari Eropa yang datang untuk membeli teh membuat mereka akrab dengan istilah tersebut. Namun tetap saja, istilah 'te' disesuaikan dengan pengucapan masing-masing negara. Perancis menyebutnya 'thé', sedangkan Jerman menyebutnya 'Tee', dan Inggris menyebutnya 'tea'.
(Baca Juga: Dari Beyonce hingga Celine Dion, 7 Seleb Hollywood Ungkap Kesedihan Pedihnya Keguguran)
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan jikalau beberapa bahasa memiliki caranya sendiri untuk mengucapkan teh, apakah itu tea atau cha. Pengucapan itu umumnya berada di daerah teh tumbuh secara alami.
Selain itu, dari cara perdagangan teh yang dilakukan juga menunjukkan dua era yang berbeda. Pertama, penyebaran barang melalui darat yang berasal dari China kuno. Kemudian, adanya pengaruh budaya di Asia lantaran orang Eropa yang melaut pada zaman penjelajahan dan melakukan transaksi jual beli di Eropa. Hal itu membuat adanya perdagangan di jalur laut.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.