Lanskap kuno tersebut ditemukan di antara Jaljulia dan jalan bebas hambatan Rute 6, sekitar lima meter di bawah permukaan tanah. Para ahli memperkirakan situs ini dipakai oleh nenek moyang manusia modern, homo erectus, spesies pertama manusia yang berjalan tegak. Mereka sedikit lebih besar dan lebih bertenaga namun otak mereka tak secanggih otak manusia modern.
Badan Kepurbakalaan Israel yang ikut melakukan penggalian bersama tim arkeolog dari Universitas Tel Aviv mengatakan temuan ini bisa menambah informasi baru atas periode tersebut. "Temuan ini luar biasa karena perkakas yang ditemukan sebagian besar relatif utuh, tidak rusak. Ini semua membantu kita memahami kehidupan zaman dulu," kata Maayan Shemer, direktur penggalian Badan Kepurbakalaan Israel.
"Tak diragukan lagi, hasil kajian atas temuan ini akan membantu kita memahami gaya hidup dan perilaku manusia pada era tersebut," katanya.
(Risna Nur Rahayu)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.