Dalam rekaman tampak pilot harus menavigasi pesawat mereka di atas bukit curam di salah satu landasan pacu, sebelum berhenti di daratan sepanjang 400 meter. Dari rekaman pula tampak pesawat hanya membutuhkan waktu sekira 10 detik sejak pertama kali menyentuh tanah untuk benar-benar berhenti dan mendarat.
Oleh karena ukurannya yang kecil, Bandara Saba hanya bisa menerima pendaratan dan penerbangan pesawat terbang kecil dan helicopter. Selain itu, alasan lainnya yang tidak memungkinkan Bandara Saba tidak menerima pesawat besar, yaitu karena landasan terbang ini beroperasi tanpa pusat kontrol lalu lintas udara dan itu jadi alasan yang terbaik.
BACA JUGA:
Wilayah terkecil di Belanda ini memiliki populasi sekira 1.990 dan bisa menyambut lebih dari 9.000 orang wisatawan setiap tahunnya. Mayoritas wisatawan yang mengunjungi Pulau Karibia berasal dari Amerika Utara dan kepulauan lainnya yang berdekatan.
Bagi wisatawan yang ingin penerbangan langsung, bisa mencoba terbang dari Belandan ke Saba, yang merupakan landasan pacu komersial terkecil di dunia. Tapi, ternyata masih ada landasan pacu yang lebih sempit lainnya, sepeti Out Skerries di Shetland, Skotlandia yang panjangnya hanya 370 meter atau selisih 30 meter dan landasan pacu yang berada di kapal selam Matekane Lesotho di Afrika yang sama berbahayanya dengan Saba, yaitu 400 meter.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.