Profesor Hidesaburo tidak lagi kembali ke rumah dan Hachiko terus menunggu berharap pemiliknya akan tiba. Kesetiaannya membuat anjing itu tetap mengunjungi stasiun untuk menyambut pemiliknya dan kembali lagi ke rumah bila sudah semakin larut. Lama-kelamaan ia menyadari sang pemilik tidak lagi tinggal di rumah dan akhirnya memutuskan untuk menunggu di stasiun.
Hachiko terus berada di sana hingga berbulan-bulan dan bahkan hingga 10 tahun lamanya. Ia berharap bisa bertemu dengan pemilik yang disayanginya. Melihat anjing yang terus menunggu membuat beberapa orang dan pihak stasiun merasa iba. Mereka kemudian memberinya makan dan minum.
(Baca Juga: Baru Mulai Pelihara Kucing? Perhatikan Dulu Hal Ini Supaya Kucing Tumbuh Sehat dan Aktif)
Sayangnya Hachiko tidak kunjung bertemu dengan pemiliknya. Di hari ketika Profesor Hidesaburo tidak pulang ke rumah, ternyata profesor meninggal karena pendarahan otak saat sedang mengajar di universitas. Hal ini tentunya tidak diketahui oleh Hachiko karena ia tidak mengerti. Hingga akhir hayatnya, anjing itu tetap menunggu di stasiun. Pada 8 Maret 1935, Hachiko ditemukan sudah tidak bernyawa.
Kisah kesetiaan Hachiko terhadap Profesor Hidesaburo mulai terkenal karena salah seorang mantan mahasiswa profesor menuliskannya dalam sebuah artikel di surat kabar nasional di 1932. Hal itulah yang membuat banyak orang turut bersedih saat Hachiko tiada. Untuk mengenang kesetiaan anjing tersebut, dibuatlah sebuah patung dan diletakkan di dekat Stasiun Shibuya. Sejumlah turis menyempatkan waktu untuk berfoto di patung itu. Bahkan kisah ini pun dijadikan sebuah film Hollywood berjudul Hachi : A Dog's Tale pada 2009.
(Utami Evi Riyani)