Di balik senyum itu masih ada ganjalan. Opick berkisah, selain harus berhadapan dengan dinginnya udara, para pengungsi yang rata-rata kehilangan sanak keluarganya itu menghadapi berbagai ketidakpastian. Salah satunya soal makanan.
“Mereka enggak ada persiapan makan siang, makan malam 420.000 pengungsi. Untuk makan saja susah, belum yang lain-lain. Lalu kesehatan. Di setiap tenda pasti ada keluarga yang mati. Entah bapaknya. Yang kuat-kuat yang menanggung mereka semua ini,” papar Opick.
Belum lagi masalah penculikan anak-anak yang marak terjadi. Opick mengaku sempat berpikir ingin membawa sejumlah anak dari sana ke Tanah Air untuk dirawat dan disekolahkan. Namun dia paham ini tak mudah.
“Melly sempat bicara mungkin enggak membawa anak dibawa pulang ke Indonesia. Tidak semudah itu. Di sekitar sana itu kan banyak penculikan anak, enggak tahu dijadikan apa. Makanya sulit sekali membawa anak-anak keluar dari sana,” kata dia.
Namun, menurutnya hal ini bisa saja terjadi jika pemerintah Indonesia turun tangan. “Pemerintah mungkin bisa. Mungkin 30 orang bisa disekolahkan di sini. Anak-anak itu perlu orang tua,” tutur dia.
(Risna Nur Rahayu)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.