6. "Bahiraan" (sering buang air besar) jika belum terlalu parah, untuk pengobatan cukup mengonsumsi pucuk daun jambu karantukal/jambu biji, air rendaman kerak nasi yang hangus, "tangkung" jagung (tempat tempelan beras jagung) yang dibakar.
7. Berak darah karena gangguan/infeksi usus atau saluran pencernaan bila belum parah, serta keluar "tumbung" (zubur/ambean), untuk pengobatan bisa mengonsumsi pisang nyaru, "manisan habang" (tebu merah), buah ulur-ulur (ulur-ulur sp). Ulur-ulur sejenis buahan dari pedalaman Meratus, dan umumnya komunitas masyarakat terasing yang banyak menggunakan obat tradisional itu.
Bentuk buah ulur-ulur seperti buah markisa, termasuk tanaman menjalar, kalau direndam airnya berwarna agak kemerah-merahan dan terasa kalat (sepat).
8. Sakit perut biasa, untuk penyembuhan bisa menggunakan tumbuhan jenis gulma atau kategori rumput-rumputan yang oleh urang Banjar Kalsel menyebutnya "pulut-pulut tahi bayi" (pulut = sejenis lem, tahi = kotoran, bayi = babi). Daun tanaman tersebut diremas-remas dengan kapur sirih, kemudian diuleskan di perut.
Alternatif lain, mengoleskan minyak gas/minyak tanah yang sudah terpakai lampu teplok bercampur bawang merah ke perut yang sakit tersebut, serta "urat bayang" (urat yang ada pada belakang kaki/betis bagian bawah).
9. "Kebabagusan" atau salah tidur dan ada pula yang menyebut "balawa" yaitu berupa bengkak pada bagian leher, untuk penyembuhan bisa menggunakan beberapa obat tradisional, seperti menguleskan cairan nila (balau). Alternatif lain biji "kalangkala" (kalangkala sp) dan atau biji "sangkuang" (sangkuang sp) dibakar, kemudian campur minyak "lemak" (terbuat dari kelapa) dan uleskan ke leher yang sakit.
Kalangkala pepohonan berdaun agak lebar yang bisa tumbuh di dataran rendah dan tinggi, bentuk buahnya bulat kalau masak berwarna merah dan isi menyerupai adpokat. Bagi urang Banjar Kalsel bisa menjadikan kalangkala sebagai pendamping lauk makan.
Sedangkan sangkuang pepohonan berdaun agak kecil seperti daun pohon lengkeng, dan buahnya pun bulat sebagaimana lengkeng. Namun rasa berbeda, yaitu kalau lengkeng manis, tetapi sangkuang kalau masak terasa asam manis. Pada umumnya sangkuang tumbuh di pinggir-pinggir sungai.
(Baca Juga: Daun Sirih, Temulawak dan Kemangi Bikin Miss V Jadi Kencang, dan "Menggigit"!)
10. "Tampihaan" yaitu sakit/bengkak pada selangkang (antara paha dengan kemaluan), penyembuhan dapat menggunakan pucuk daun "lombok parawit" (cabai rawit) yang diremas bercampur kapur sirih, kemudian diuleskan pada bagian yang sakit.