PERKEMBANGAN media sosial sebaiknya diikuti pula oleh para orangtua. Sebab, tak bisa dipungkiri kini banyak berseliweran konten negatif yang dapat memengaruhi perilaku seorang anak. Orangtua harus mampu mengoperasikan fitur smartphone dan aplikasi media sosial agar dapat memantau hal-hal yang dilakukan oleh anaknya.
Apabila perilaku anak dalam menggunakan smartphone atau gadget dikontrol, maka dapat meminimalisir mereka terjebak dalam pergaulan yang salah. Menurut Direktur Pemberdayaan Industri Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi, Septriana Tangkary, seorang ibu harus mampu melakukan peran tersebut.
BACA JUGA:
"Ibu adalah orangtua yang bisa dikatakan lebih banyak waktu bersama anak. Arahkan anak untuk memanfaatkan aplikasi smartphone guna meraih sukses. Kalau perlu, berikan batasan waktu untuk anak bermain smartphone. Jalani komitmennya dengan mengambil smartphone saat waktu bermainnya habis," tutur Septriana di sela-sela acara talkshow Perempuan Kawanua dan Media Sosial, Rabu (13/12/2017) di kawasan Pulo Mas, Jakarta Timur.
Cara lain yang bisa dilakukan oleh ibu adalah mempelajari aplikasi yang digunakan oleh anak, mengecek riwayat pencarian di smartphone, dan temani anak sewaktu bermain game. "Kalau perlu minta anak untuk ajari cara bermainnya. Sebab terkadang anak memainkan game yang tidak sesuai dengan usinya. Hal itu membawa pengaruh buruk ke karakter anak. Sekarang ini sudah banyak aplikasi game yang memunculkan informasi usia yang bisa memainkannya," tambah Septriana.
Cara-cara itu tentu lebih mudah dilakukan jika anak tidak memasang sandi di smartphone-nya. Namun sayang, kebanyakan remaja sekarang memasang sandi di ponselnya agar tidak diperiksa oleh orangtua. Lantas bagaimana cara menghadapi hal ini?
"Berikan pengertian pada anak, jika mereka menggunakan smartphone sembarangan dan ikut menyebarkan konten negatif atau melakukan hal yang tidak semestinya di media sosial, mereka bisa dituntut dengan undang-undang ITE. Selain itu, luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak dan ciptakan suasanya yang nyaman agar mereka leluasa bercerita pada orangtua," ujar Septriana.
BACA JUGA:
Satu hal yang tak kalah penting, orangtua juga harus memiliki sikap terbuka pada anaknya. Berikan izin kepada anak jika mereka ingin melihat ponsel milik orangtua. Dengan begitu anak tidak bisa beralasan 'orangtua saja tidak memperbolehkan anak melihat ponselnya'. Tapi tentu, sebelum memberikan ponsel kepada anak, orangtua harus memastikan tidak ada konten negatif di dalamnya agar tidak menjadi bumerang.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.