POPPY Dharsono menjadi salah seorang desainer yang memeriahkan ajang fesyen tahunan The Masterpiece 2017. Kerap menampilkan koleksi busana dengan sentuhan etnik, kali ini Poppy menghadirkan 12 outfit kain tapis Lampung, kain tradisional Bali, Sumba, dan Makassar.
"Saya ambil kain tapis Lampung, Bali, Sumba, dan Makassar. Bagaimana desainer mampu menginterpretasikan kembali kecantikan tradisional menjadi sesuatu yang masa kini dan bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia dan internasional," papar Poppy Dharsono dalam jumpa pers The Masterpiece 2017 di MNC Conference Hall iNews Center lantai 3 Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2017).
Sejumlah 12 outfit karya terbaiknya hadir dalam tampilan yang baru. Meski ada beberapa outfit yang pernah dirilisnya di Makassar beberapa waktu lalu, ia mengungkapkan busana yang ditampilkannya 80 persen hadir dengan tampilan yang berbeda.
"Koleksi busana saya itu memang mudah dipadupadankan, bisa diganti menjadi sesuatu yang baru. Bisa dipakai dalam berbagai kesempatan, potongan klasik, dan simpel sehingga bisa ditukar-tukar," terangnya.
Warna kecoklatan hingga paduan warna gelap cukup mendominasi 12 outfit busana yang ditampilkan. Potongan blazer hingga dress tersebut sangat kental dengan nuansa etnik.
"Warnanya memang dominan kecoklatan, warna tanah. Kalau dari koleksi yang pernah ditampilkan sebelumnya, warna dasarnya hitam dengan bunga-bunga warna hijau, lemon green, merah, dan turquoise. Ada juga warna merah dan emas," papar desainer yang menerima penghargaan I Fashion Festival kategori Lifestyle Achievement itu.