Temuan tersebut justru menunjukkan, penggunaan ganja dapat membuat pasien sulit menangani gejala dan melawan penyakitnya. “Bagi orang-orang yang menggunakan ganja dengan dosis banyak, dikaitkan dengan penurunan self-efficacy dalam mengelola emosi sehingga membuat mereka sulit mengelola gejalanya. Sebenarnya hubungan antara rasa sakit, depresi, dan kecemasan meningkat karena penggunaan dari ganja.” ujar Marian Wilson dari Washington State Unversity seperti dilansir dari Indianexpress.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Addictive Bahviors, tim melibatkan 150 pasien dan menemukan sekitar 67% pasien menggunakan ganja secara teratur.
BACA JUGA:
Studi tersebut mencatat bahwa tingkat overdosis opioid meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam dua dekade terakhir dan sekarang merupakan penyebab kematian akibat kecelakaan di Amerika Serikat.
(Santi Andriani)