Sementara itu, Sekretaris Panitia FDT 2017, Unggul, memaparkan bahwa pada 6 Desember akan digelar Seminar Festival Danau Toba yang berlokasi di Pendopo Kantor Bupati Humbahas dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang. Seminar ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk kebijakan pengelolaan kepariwisataan dan kebudayaan di kawasan Danau Toba pada masa yang akan datang.
Selain itu digelar lomba vocal grup yang bertempat di open stage Sipinsur, kecamatan Paranginan, Humbahas. Peserta lomba ini terdiri dari utusan dari kabupaten/kota se kawasan Danau Toba dan Sumut.
"Pada malam harinya akan digelar pentas seni budaya dari Pak Pak Bharat, Simalungun, Sibolga, kota Medan dan penampilan artis dari Medan," ungkap Unggul.
Selanjutnya hari kedua, akan digelar lomba lari lintas alam yang dilaksanakan dengan jarak 9,2 Km. Untuk lomba lari ini juga akan diikuti peserta dari luar daerah seperti Bandung dan Bali. "Kita juga akan menggelar lomba Ucok-Butet geopark yang akan diikuti generasi muda se kawasan Danau Toba dan Sumut. Lomba ini akan digelar di Sipinsur, tujuannya untuk mencari duta geopark yang diharapkan mampu mensosialisasikan wisata dan budaya kawasan geopark kaldera toba," terang Unggul.
Pada tanggal 7 Desember ini lanjut dia, akan digelar pembukaan di kompleks wisata Sipinsur. Dalam acara pembukaan ini akan digelar parade kontingen, pagelaran ‘Menghunti Tandok’ oleh seribu Tandok dari kaum ibu yang ada di kabupaten Humbahas. Dilanjutkan dengan tarian massal 5 puak di Sumut.
"Sebelum acara pembukaan akan dipagelarkan penyambutan tamu menuju Sipinsur dengan ulos terpanjang yang telah mendapatkan rekor MURI dan dikenakan oleh siswa siswi, dengan tujuan untuk mensosialisasikan penggunaan ulos," katanya.