Jika ditinjau dari ayat Alquran, coba pertimbangkan ayat berikut.
"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. " (QS. Al-Ambiyaa [21]:32)
Di Alquran disebutkan, perlindungan langit sebagai tanda kebesaran Tuhan. Sifat pelindung langit ditemukan oleh penelitian ilmiah yang dilakukan pada abad ke-20.
Pegunungan
Alquran menarik perhatian kita pada karakteristik pegunungan yang sangat penting.
"Mengapa kamu ragu-ragukan kekuasaan Kami menghidupkan semula orang-orang yang telah mati?) Bukankah Kami telah menjadikan bumi (terbentang luas) sebagai hamparan? Dan gunung-gunang sebagai pancang pasaknya? (QS. An-Naba [78]: 6-7)
Dalam ayat ini Alquran menunjukkan bahwa gunung memiliki akar yang dalam dengan menggunakan kata pasak untuk menggambarkannya. Sebenarnya pegunungan memiliki akar yang dalam, dan kata pasak adalah deskripsi yang akurat.
BACA JUGA:
Sebuah buku berjudul 'Earth' yang diterbitkan oleh Geofisika Frank Press menjelaskan bahwa pegunungan seperti pasaknha, dan terkubur jauh di bawah permukaan bumi. Gunung Everest (digunakan sebagai gambarannya), yang memiliki tinggi kira-kira 9 km di atas permukaan tanah, memiliki akar lebih dalam dari 125 km.
Fakta bahwa pegunungan memiliki 'pasak' yang dalam seperti akar tidak diketahui, sampai setelah perkembangan teori lempeng tektonik pada awal abad ke-20. (M. Grant Gross, Oceanography: A View of Earth) (ndr)
(Baca Juga: Miliki 100 Mata, Alquran dan Sains Jelaskan Keajaiban Nyamuk)
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.