MATA menjadi organ manusia yang vital. Pasalnya, indera penglihatan ini sangat berperan bagi kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 83 persen informasi yang diterima manusia berasal dari indera penglihatan. Maka, jika terdapat gangguan dari fungsi mata atau kebutaan dapat berakibat pada menurunnya kondisi mental, dan kualitas kehidupan seseorang.
"Orang yang mengalami kebutaan hidupnya akan berubah jadi malapetaka, tidak hanya bagi hidupnya, tapi juga kehidupan keluarganya," ucap Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD, Ketua Bank Mata Indonesia, dalam pembukaan Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ) di Rumah Saki Mata Internasional Jakarta Eye Center (JEC), Jakarta, Kamis (30/11/2017).
Baca Juga:
Secara medis 80 persen dari penyandang kebutaan seharusnya dapat dicegah atau direhabilitasi fungsi penglihatannya. Sehingga, pasien bisa dapat kembali memiliki kualitas hidup normal. Kerusakan kornea juga dapat diperbaiki dengan transplantasi kornea.
"Saat ini jumlah kornea donor di Indonesia masih sangat sedikit dibanding dengan kebutuhan kornea mata untuk pasien yang mengalami kerusakan kornea," ucap Dr. Johan A. Hatauruk, SpK(M), Direktur Utama JEC Corporate, dalam kesempatan yang sama.
Lebih lanjut, Johan juga memaparkan saat ini telah dijalin kerjasama antara JEC dengan Lions Clubs Indonesia, yang diharapkan dengan kerjasama tersebut masyarakat Indonesia dapat lebih memahami, dan bersedia untuk mendaftarkan diri mendonorkan kornea atau mata mereka. Pasalnya, di Indonesia kornea donor masih menimbulkan kontroversi, mulai dari ketidaksetujuan keluarga, aturan agama, hingga tiada orang yang mengingatkan keluarga untuk mendonorkan kornea pendonor ketika wafat.
"Kerusakan kornea atau kebutaan hanya bisa dipulihkan kalau ada sejumlah orang yang mau mendonasikan, caranya tidak mudah karena banyak kontroversi," imbuh Tjahjono.
Berdasar pernyataan Tjahjono, untuk itu tidaklah heran jika warga negara Indonesia harus terbang ke negara lain demi mendapatkan penglihatannya kembali. Namun, hal tersebut nyatanya hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki dana lebih, karena biaya untuk cangkok atau transplantasi kornea tidaklah murah.
Baca Juga:
Akan tetapi, sekarang masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir lagi. Pasalnya, telah hadir Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ) di Rumah Sakit Mata Internasional Jakarta Eye Center (JEC) Kedoya, Jakarta Barat, yang bisa mewujudkan kembali impian penyandang kebutaan untuk bisa indahnya dunia.
"Kami sangat berharap LEBJ dapat memfasilitasi kebutuhan kornea bagi masyarakat yang membutuhkan transplantasi kornea secepatnya. Dengan demikian, LEBJ tutur dalam membantu upaya mencegah kebutaan di Indonesia, ucap Dr.Naresh Agarwal, President of Lions International.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Johan A. Hutauruk sebagai Direktur Utama JEC Corporate, menegaskan bagi masyarakat yang kurang mampu dan ingin kembali melihat bisa mendapat bantuan dana dari Lions Club. Sementara, bagi masyarakat yang memiliki dana lebih, dan ingin secara mandiri melakukan transplantasi kornea dikenakan biaya Rp 25 juta hingga Rp 30juta.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.