Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Aritmia, Penyakit yang Sempat Diderita Bondan Winarno Sebelum Meninggal Dunia

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Rabu, 29 November 2017 |11:44 WIB
Mengenal Aritmia, Penyakit yang Sempat Diderita Bondan Winarno Sebelum Meninggal Dunia
Bondan Winarno (Foto: @maknyusbw/Instagram)
A
A
A

KABAR duka menyelimuti dunia kuliner Tanah Air. Pakar kuliner Bondan Winarno meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta pagi tadi. 

Sebelum meninggal dunia, Bondan Winarno sempat menuliskan sebuah tulisan di FB Jalansutra mengenai latar belakang masalah penyakitnya yang terdiri dari 16 poin. Pada poin 13 tertulis seperti berikut ini:

Normalnya, bila operasi berhasil, 24 jam sesudah di Intermediary Ward, maka akan dipindahkan ke kamar perawatan biasa. Dalam operasi besat spt yg saya alami, ada 2 hantu komplikasi: 1. perdarahan, 2. aritmia (denyut jantung tidak beraturan). Saya terbebas dari perdarahan. Tapi, Sabtu dini hari saya kejang2 dlm tidur saya. Ternyata saya mengalami komplikasi aritmia. Saya dipasangi TPM (Temporary PaceMaker) sambil dimonitor penyebabnya (biasanya krn peradangan).

Masalah aritmia menjadi masalah yang tidak banyak orang sadari tetapi berisiko kematian. Gejala yang tak terdeteksi menjadi penyebab banyaknya pasien penyakit ini. Bahkan, salah satu gejala yang paling banyak diderita adalah kematian mendadak. Ya, kematian menjadi gejala penyakit ini.

Perlu Anda ketahui sebelumnya, aritmia adalah irama yang bukan berasal dari nodus sinoatrial (SA) atau irama yang tidak teratur. Gangguan yang terjadi adalah detak jantung terlalu lemah atau frekuensinya kurang dari 60 kali/menit (sinus bradikardi) atau yang terlalu cepat sekitar 100 kali/menit (sinus takikardi). Bila kondisi tersebut terjadi, perawatan medis menjadi satu-satunya cara.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement