MENDAKI gunung menjadi kegemaran bagi orang-orang yang mencintai alam. Ketenangan hingga panorama alam menjadi godaan yang tidak bisa tertahankan bagi para pendaki. Bahkan, ada beberapa orang yang mengatakan di dunia ini tidak ada hal yang lebih menarik daripada gunung.
Namun, daya tarik pemandangan alam yang lebih dari indah tersebut, dapat berubah menjadi boomerang yang membahayakan nyawa pendaki sendiri. Cuaca ekstrem bisa jadi salah satu penyebab dari musibah yang bisa menimpa para pendaki.
Tingginya curah hujan yang kini sering terjadi bisa menimbulkan beberapa kekhawatiran bagi pendaki, seperti hipotermia karena rendahnya suhu di puncak gunung atau jalur pendakian, tergelincir karena jalur pendakian yang licin, hingga badai yang bisa sewaktu-waktu terjadi, dan kejadian pohon tumbang seperti yang dialami oleh Amelia, pendaki asal Surabaya di Gunung Binaiya, Pulau Seram, Minggu, 26 November 2017 lalu.
Menjelajah alam memang memiliki banyak kemungkinan-kemungkinan yang membahayakan para pendaki. Akan tetapi, dengan pembekalan, latihan, dan persiapan, kemungkinan buruk bisa diperkecil.
Adanya peristiwa kematian Amelia membuat para pendaki semakin aktif mengingatkan satu dengan lainnya. Mereka yang tergabung dalam pengikut atau followers akun instagram @mountnesia, menuliskan komentar dalam kolom di sebuah unggahan yang dibagikan.
Unggahan yang dibagikan oleh akun tersebut berisi pertanyaan bagaimana pendapat para pendaki yang sekaligus netizen tentang pendakian gunung dimusim hujan. Lantas sebanyak 437 komentar telah berhasil dituliskan oleh para pendaki.
Seperti yang ditulis oleh akun @_citra, mengatakan, "Enggak, karena berisiko petir, badai, longsor, dan hipotermia. Hampir senada dengan komentar tersebut, akun @missfitra yang menuliskan, "Aku sih turun lagi meski sudah sampai di pos 2."