Menurut Adam Britton, selaku pakar zoologi di Universitas Charles Darwin, penampakan pucat Pearl disebabkan oleh hipomelanisme, kondisi rendahnya pigmen melanin pada kulit.
Penampilan itu jelas berbeda dibandingkan warna buaya di Australia pada umumnya, yakni abu-abu atau hijau.
Kemungkinan hipomelanisme Pearl disebabkan genetik atau kondisi yang dialami semasa berada dalam telur.
"Selama masa inkubasi, jika telur menjadi terlalu panas di sarang, bisa ada penyimpangan dalam pembelahan sel dan menyebabkan mutasi," ujar Britton.
Mutasi tersebut mencakup "mutasi warna atau pola yang berbeda pada kulit".