Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Filosofi di Balik Koteka dan Noken, untuk Panglima Perang Bentuknya Beda

Dewi Kania , Jurnalis-Rabu, 22 November 2017 |09:00 WIB
Filosofi di Balik Koteka dan Noken, untuk Panglima Perang Bentuknya Beda
A
A
A

SIAPA yang tak kenal koteka dari Papua yang menjadi satu ciri khas penduduk asli suku di sana? Sejatinya koteka bukan sembarang benda, karena maknanya sangat dalam dan harus kita kenali.

Sebagai orang Indonesia, Anda tidak boleh kalah mendalami makna koteka. Dijelaskan Sejarawan JJ Rizal, koteka punya arti harfiah yakni sebuah pakaian. Dibuatnya dari bahan-bahan alam semacam buah labu.

"Koteka ini simbolisasi orang Papua dari struktur sosial. Koteka seperti seragam, tapi ada perbedaan bentuk dari koteka yang dipakai oleh panglima perang dan ketua adat," terang JJ Rizal saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

Koteka dikenalkan ke masyarakat luas belakangan ini. Bahkan replikanya dijual menjadi buah tangan bagi traveler yang ingin membawa pulang.

Bang JJ melanjutkan, koteka merupakan simbol laki-laki atau maskulinitas. Karenanya, koteka digunakan oleh para lelaki asli Papua yang selalu dipuji oleh banyak traveler.

Saat koteka rusak, mereka bisa mengganti dan tetap memakainya dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi kalau ada acara adat besar yang bisa digunakan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement