PENGGUMPALAN darah terkadang bisa menjadi sesuatu yang mengancam nyawa. Terlebih bila darah menggumpal di tempat yang tidak seharusnya dan menyumbat pembuluh darah. Sebut saja penggumpalan darah di otak yang menyebabkan stroke, penggumpalan darah di jantung yang dapat menyebabkan serangan jantung, serta penggumpalan darah di kaki yang menghalangi aliran darah menuju paru-paru.
Penggumpalan darah memang dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, pada beberapa orang hal ini akan lebih mungkin terjadi. Melansir Fox News, Selasa (21/11/2017), berikut kategori orang yang rentan mengalami penggumpalan darah;
BACA JUGA:
Orang yang kelebihan berat badan
Pada orang yang kelebihan berat badan, gumpalan darah lebih mudah terbentuk saat darah melewati tromboemboli vena atau VTE. Dan seberapa jauh Anda dari berat badan yang sehat juga bisa membuat perbedaan dalam gumpalan bekal Anda. Risiko akan semakin bertambah tinggi apabila berat badan semakin jauh dari berat badan ideal. Selain itu, pada orang yang kelebihan berat badan biasanya mereka malas bergerak dalam jangka waktu lama sehingga berada dalam zona bahaya gumpalan darah.
Perokok
Rokok bukan hanya membahayakan paru-paru, melainkan juga meningkatkan risiko penggumpalan darah. Rokok dapat merusak lapisan pembuluh darah dan membuat darah lebih cenderung menempel. Hal inilah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan penyakit arteri perifer serta peningkatan risiko VTE.
Ibu hamil (Bumil)
Hormon tambahan selama hamil terutama estrogen dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah. Selain itu, semakin besar janin yang dikandung, semakin tinggi risiko penggumpalan darah terjadi. Hal itu lantaran janin menekan pembuluh darah di perut dan panggul sehingga menghalangi aliran darah secara langsung.