Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE WEEK-END: Kisah Mistis di Stasiun Cipeundeuy, Semua Kereta Harus Berhenti saat Melintas

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Sabtu, 04 November 2017 |15:15 WIB
   OKEZONE WEEK-END: Kisah Mistis di Stasiun Cipeundeuy, Semua Kereta Harus Berhenti saat Melintas
Foto:Ist
A
A
A

Namun ketika masa berubah, lokomotif menggunakan mesin disel, peristiwa-peristiwa aneh pun, ternyata masih kerap terjadi. Di antaranya pada 1995,terjadi kecelakaan Kereta Api (KA) gabungan Galuh dan Kahuripan, pada tengah malam atau yang dikenal dengan tragedi Torowek. Kereta gabungan yang baru berangkat dari Stasiun Cipeundeuy, saat melintas di jembatan Torowek, tiba-tiba terperosok ke dalam jurang.

Kejadian nahas itu terjadi kala lokomotif Kereta Api (KA) Galuh relasi Pasar Senen-Banjar mengalami kerusakan di Stasiun Cibatu dan harus menunggu perbaikan. Akhirnya, demi meminimalisir waktu keterlambatan, KA Galuh digandengkan dengan KA Kahuripan relasi Bandung – Kediri. Setelah selesai digabungkan, rangkaian ini pun berjalan dengan formasi 2 Lokomotif + 13 K3.

Sekitar pukul 00.03 WIB saat akan mendekati stasiun Torowek (Sekarang Cirahayu), kedua KA yang digabungkan tersebut mengalami masalah pada sistem pengereman yang diperkirakan berasal dari rangkaian KA Kahuripan. Akibatnya, kedua kereta ini semakin lama, semakin melaju kencang sehingga kecelakaan dahsyat atau Peristiwa Luarbiasa Hebat (PLH) tersebut tak terhindarkan.

Kecelakaan rangkaian KA terjadi saat sampai pada lokasi di km 241 atau tepat di tikungan jembatan sungai Cirahayu (Torowek) yang panjangnya sekitar 100 m. Lokasi kejadian memiliki bentuk jalan rel yang menikung sekaligus turunan.

Kecelakaan tersebut terjadi diduga karena kecepatan KA yang terlalu tinggi dan rem kereta yang tidak berfungsi. Akibatnya, rangkaian KA ini anjlok dan terguling ke sisi kanan dan kiri rel, kemudian terperosok ke dalam jurang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement