TRAVELLING ke ibukota Italia, Roma rasanya mirip dengan berpetualang di masa lampau karena nuansa kota Roma yang kuno penuh dengan bangunan peninggalan kekaisaran Romawi. Salah satu bangunan bersejarah yang wajib dikunjungi tentunya Colosseum yang merupakan ampiteater terbesar di dunia Romawi. Dikenal sebagai arena pertarungan gladiator yang brutal dan sadis, kini Colosseum telah menjelma sebagai salah satu destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi turis di Roma.
Perjalanan saya di Roma dimulai dengan berputar-putar keliling kota menggunakan motor. Karena ada teman di Roma, saya tak perlu pusing baca jalur naik bus dan kereta. Roma dikenal memiliki sistem transportasi yang lumayan bagus. Jumlah kereta bawah tanahnya hanya sedikit, hal ini dikarenakan demi menjaga kelangsungan bangunan bersejarah yang masih banyak berdiri di permukaan kota tua ini.
Tak seperti kota lainnya di Eropa yang penduduknya jarang menggunakan motor, di Roma saya melihat banyak pemotor. Uniknya bukan vespa yang mereka kendarai tapi lebih banyak yang memakai skuter buatan Jepang.
Roma terlihat indah dengan caranya sendiri. Meski tak serapi dan sebersih Amsterdam, namun Roma tetap cantik dengan bangunan cokelat pasir khas Mediterania, rumah dan gedungnya yang bergaya kuno, gereja-gereja yang bertebaran di hampir setiap sudut kota, dan bangunan bersejarah peninggalan Romawi.