PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, terus berupaya mengembangkan potensi pariwisata di wilayahnya.
Lokasi-lokasi strategis yang dulunya kumuh, disulap menjadi lebih estetik supaya bisa menarik wisatawan. Sebut saja, taman Sribaduga (Situ Buleud) yang terdapat air mancur menari terbesar se-Asia Tenggara.
Uniknya, hingga kini pemda tak berniat menjadikan lokasi-lokasi wisata itu untuk dikomersilkan. Dengan kata lain, sampai saat ini pemerintah daerah tidak mengeluarkan kebijakan retribusi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tersebut.
Kabid Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga, Parisiwata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar mengatakan, potensi pariwisata di wilayahnya cukup banyak. Bahkan, ada di antara dikelola oleh pemerintah. Sebut saja misalnya, Taman Sri Baduga dan Museum Digital (Diorama).
"Tapi, sampai saat ini pemerintah tidak berniat menarik PAD dari sektor ini," ujar Heri kepada Okezone di kantornya, Senin (30/10/2017).
(Baca Juga: VIRAL! Anjing Ini Saja Punya Hobi Berpelukan, Masa Kamu Enggak?)
Tak hanya dikomersilkan, kata dia, pemerintah pun tak berniat menswastanisasikan objek pariwisata yang ada meskipun di wilayah tersebut terdapat banyak potensi yang wisata yang bisa dikembangkan dan dikomersilkan.
Memang, sambung dia, selama ini pemkab terus berupaya mengembangkan potensi alam untuk dijadikan destinasi yang bisa menarik wisatawan. Tapi, tujuan utamanya bukan untuk dikomersilkan. Melainkan, hanya untuk mempercantik setiap sudut kota menjadi lokasi yang bisa menjadi tempat berwisata keluarga.
Seperti halnya, Taman Sri Baduga (Situ Buleud). Kendati dalam penataannya tidak saja difokuskan pada fungsi konservasi semata, tapi juga didorong terhadap nilai-nilai rekreasi, lokasi ini tidak akan dikomersilkan. "Intinya, pemerintah tidak menjadikan lokasi ini sebagai ajang komersil yang bisa menghasilkan PAD. Fasilitas ini bisa dinikmati masyarakat secara gratis," jelas dia.
(Baca Juga: Tulang Rentan Diserang Sel Kanker, Ini Trik Mengetahui Gejalanya)
Jadi, kata dia, dalam hal ini pemkab hanya memanfaatkan lahan yang ada supaya lebih menarik dan memilik daya tarik tersendiri. Dengan begitu, secara otomatis akan menarik kunjungan wisatawan.
Memang, setelah ditata sedemikian rupa, lokasi tersebut seolah menjadi magnet bagi wisatawan dalam maupun luar daerah. Tapi, dalam hal ini pemkab hanya ingin membuat sebuah tempat indah untuk masyarakat.
(Baca Juga: Ternyata Selingkuh Diperbolehkan dalam Pernikahan! Begini Kata Ahlinya)
Namun demikian, dia menambahkan, dalam hal ini pihaknya juga meminta kerjasamanya dari masyarakat. Minimalnya, bisa turut menjaga kelestarian lokasi wisata ini. Misalnya, turut menjaga kebersihannya dan tak merusak fasilitas pemerintah yang sudah dibangun itu.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.