Bagi kalian yang menyukai petualangan di air, sebaiknya mengunjungi Curug Tilu di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta. Dijamin, udara segar dan hutan tropis yang asri, membuat pikiran pengunjung menjadi fresh.
Cuaca panas dan terik membuat sepanjang jalan desa menuju Curug Tilu agak berdebu. Jalan tertentu yang biasanya basah terlihat kering, karena sejak beberapa bulan terakhir, hujan tak mengguyur Desa Ciririp.
BACA JUGA:
Kendati begitu, air tetap mengalir ke rumah-rumah warga, karena hutan di perbukitan Desa Ciririp terjaga kelestariannya. Hutan tropis di sana masih lebat, bahkan binatang liar seperti siamang tak jarang terlihat bergelantungan di pohon-pohon di sepanjang jalan menuju Curug Tilu.
Curug Tilu merupakan destinasi wisata baru di Purwakarta. Resmi dibuka pada Maret 2017 dan sempat booming hingga pengunjungnya mencapai 1.500 orang per hari. Namun saat tim Okezone ke sana, kondisi sedang sepi. Paling sekitar 40 orang yang berkujung. Di satu sisi, ada perasaan beruntung karena bisa menikmati alam Desa Ciririp secara privat. Tapi di sisi lain, lanskap Curug Tilu tak secantik ketika musim penghujan. Kemarau, itu sebabnya Curug Tilu sepi pengunjung.
Menuju Curug Tilu, pengunjung harus berjalan kaki sekira satu jam dari pintu masuk, melintasi aliran sungai yang dipenuhi bebatuan padas berukuran besar. Sementara di sisi kanan dan kiri, membentang hutan tropis dan pohon-pohon bambu. Udara terasa sejuk meski mentari sedang terik-teriknya.
Curug ini pertama kali ditemukan oleh kelompok pecinta alam desa setempat, Komunitas Pencita Alam Kecamatan Sukasari (Kompas) namanya. "Sebenarnya Curug Tilu ini sudah kami kunjungi sejak 2016, tapi enggak dibuka untuk umum. Baru kemudian setelah teman-teman ada yang upload ke sosial media, akhirnya pada Maret 2017, Curug Tilu booming dan pengunjungnya banyak sekali," kata Ketua Kompas, Arivin saat berbincang dengan Okezone.