SESEKALI perempuan yang mengenakan kaus tanpa lengan berwarna hitam dan kain batik berwarna cokelat mengelus-elus perutnya yang membulat sambil meringis menahan rasa sakit.
"Sudah pembukaan satu Mbak, sama bidan disuruh banyak jalan untuk melancarkan proses melahirkan," ujar perempuan bernama Anisa Siti Oktavia (29) itu.
Anisa adalah satu dari puluhan calon ibu yang setiap bulannya ditangani di Klinik Bumi Sehat, sebuah yayasan nirlaba yang menyediakan layanan kesehatan berlokasi di Banjar Nyuh Kuning, Mas, Ubud, Bali, terutama untuk pemeriksaan kehamilan dan persalinan normal dengan metode "gentle birth".
Jauh-jauh datang dari Bogor, Anisa mengaku sengaja memilih melahirkan di Bumi Sehat setelah membandingkan pengalaman kedua kakaknya yang satu di rumah sakit dan satu lagi dibantu bidan.
"Suasana dan bau khas rumah sakit itu membuat perasaan tidak enak, susternya juga terkadang galak. Kalau di sini suasana dan bidan-bidannya lebih membuat saya nyaman," kata dia.
Yayasan Bumi Sehat didirikan oleh Robin Lim, bidan berkebangsaan Amerika Serikat (Amrik) yang memiliki kepedulian besar terhadap kesehatan ibu dan bayi.
Keinginan Robin menekuni bidang kebidanan dilatarbelakangi pengalaman pribadi saat adik perempuannya meninggal beserta janin yang dikandungnya, karena dokter luput memberikan perawatan kesehatan yang semestinya.
Pengalaman pahit tersebut membuat Ibu Robin, demikian sapaan karibnya, memantapkan pilihan menjadi seorang bidan untuk membantu menyelamatkan lebih banyak ibu dan bayi. "Setelah kehilangan adik sendiri saya berpikir bagaimana bisa berusaha lebih jelas, karena itu saya sekolah lagi untuk menjadi bidan," kata dia.