Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masih Ingat Takir, Cekentong hingga Tepong? Semua Terbukti Ramah Lingkungan

Masih Ingat Takir, Cekentong hingga Tepong? Semua Terbukti Ramah Lingkungan
(Foto: Twiscy)
A
A
A

SLEMAN - Kelompok pegiat pangan lokal "Slow Food" Yogyakarta bersama "Tumbuh High School"menggelar program bersama dalam mengenalkan kekayaan ragam pangan Indonesia berbasis pemahaman edukasi praktis dan kemasan makanan ramah lingkungan.

"Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pangan se Dunia ini berlangsung pada 23 dan 28 Oktober 2017 di Tumbuh High School, Panggunghardjo, Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta," kata salah satu pegiat "Slow Food" Yogyakarta Amaliah, Senin (23/10/2017).

Menurut dia, pada kegiatan pertama Senin 23 Oktober anak didik THS diberi pengenalan pada aneka wadah dan pengemas ramah lingkungan yang mudah di dapat di sekitar alam Nusantara antara lain daun pisang dan daun kelapa.

"Ada takir, cekentong, samir, tepong sampai aneka pembungkus makanan seperti ragam bungkus ketupat dari janur (daun kelapa), selonsong lontong dan lainnya," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan ini mengajarkan anak generasi muda Indonesia untuk paham bahwa nenek moyang telah mewariskan kemasan dan wadah ramah lingkungan yang sekarang menjadi trending di dunia global dalam mengurangi dampak polusi yang berakibat terbesar gaungnya adalah Perubahan Iklim (Climate Change).

(Baca Juga: Hujan Katak hingga Hujan Darah, 5 Fenomena Hujan Paling Menakutkan di Dunia)

"Sedangkan pada kegiatan kedua yang berlangsung Sabtu 28 Oktober ada banyak kegiatan yang melibatkan anak didik, orang tua bahkan semua lini yaitu bazar, lomba fashion show, melukis kipas dan lomba memasak dengan tema pangan lokal," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement