"Sebelumnya juga ada Sound from the Motherland of Malay atau Bunda Tanah Melayu, karena Kepri identik dengan Bunda Tanah Melayu, kesenian berciri khas etnik," ujar Buralimar.
Malam ini, rangkaian acara Festival Sungai Carang dilanjutkan dengan Pagelaran Marhaban dan Dzikir. Acara ini diikuti oleh sekira 1.000 masyarakat Tanjung Pinang yang berdzikir dan memanjatkan doa bersama-sama untuk kelancaran acara.
Untuk kuliner Tanjung Pinang dan Kepulauan Riau, Festival Sungai Carang 2017 akan menghadirkan beberapa makanan khas pada Jumat 20 Oktober 2017. Dalam festival kuliner tersebut, akan dibagi menjadi dua segmen dari Dinas Perikanan dan kuliner khas Kepulauan Riau.
"Dari Dinas Perikanan akan menampilkan makanan bernuansa ikan. Satu panggung lagi kuliner yang menampilkan kuliner Kepri. Besok ada yang bikin prata (canai), kernas, roti gendang, dan demo bikin mi laksa tarik," papar Buralimar.
Perayaan di hari Jumat akan lebih meriah dengan Parade Kapal Hias yang dilakukan di Sungai Carang hingga ke depan Pulau Penyengat. Acara ini akan berlangsung selama dua jam di sore hari.